Minggu, 28 April 2013

Menjaga spirit, menolak putus asa

Pernah membaca status teman: 'Berusaha menjadi inspirator capai juga. Jadi terkesan selalu serius, sok tahu, sok pintar...'.

Hmm.... Entah kegelisahan apa yang sedang melingkupi pikirannya sampai keluar kata-kata bernada sesal dan gerutu itu. Dia memang seorang yang menjadi panutan, motivator dan inspirator bagi mereka yang sering merasa kurang pede, kurang pintar,dan merasa banyak kekurangan yang menghambat laju menjadi sukses.

Tapi seperti sebuah lagu 'Rocker juga Manusia', seorang inspirator, motivator, pengkhotbah, --baik dalam posisinya sebagai profesi maupun melekat dalam profesi yang disandangnya (manager, guru, dosen, pimpinan unit kerja,dll)-- tentu berhak juga untuk kadang galau, resah, gelisah menghadapi masalahnya sendiri - problem pribadi dalam 'universitas kehidupan' yang dihadapinya. Dia bukan malaikat, bukan nabi, bukan orang yang sudah terbebas dari beban dan kewajiban hidup dengan aneka ragam dan centang perenangnya.

Di depan audiens dia tampil prima menggelorakan spirit sukses, namun tidak selalu dalam dirinya terjaga terus-menerus spirit itu. Dia merasa dalam keseharian tidak boleh tampak sebagai orang yang suka mengeluh sebagaimana sering diajarkannya, tapi ketika ada masalah dalam dirinya dia merasa harus mengeluh. Harus ada yang mau menerima curhat-nya. Karena itulah mungkin dia merasa capai... karena harus (merasa) dituntut selalu serius.

Jadi menjadi penting bagi seseorang untuk ada jeda untuk relaksasi, overhaul pikiran, menenangkan diri, dan mencurahkan apa yang menjadi masalahnya dan berbagi -- sharing -- minta saran solusi. Orang-2 terdekat (isteri/suami bagi yang sudah berkeluarga), orang tua, sahabat atau siapapun yang kita percaya mau menerima curhat kita. Yang terutama adalah orang yang kita beri 'muntahan' uneg-uneg kita adalah orang yang benar-benar kita percaya, yang bisa memendam rahasia pribadi kita, syukur dia bisa memberi advis atau minimal simpati dan empati sehingga bisa menenangkan hati.

Dan, tentu saja yang harus dan sangat penting adalah minta pertolongan dari-Nya, dengan do'a agar kita terbebas dan menemukan solusi atas problem yang dihadapi. Do'a akan menguatkan kita mengambil langkah kongkrit menyelesaikan persoalan yang kita hadapi.